Dalam kondisi krisis ternyata
masih membawa ke-beruntungan tersendiri bagi industri penerbangan. Buktinga,
walaupun harga tiket pesawat (Jakarta-medan) kini sudah terpangkas menjadi
sekitar Rp 500.000 dari sebelumnga Rp 1,2 juta per orang pada dua tahun 2001
lalu, opelator penerbangan tetap tersebut di rute gemuk tersebut.
Sungguh pembelian tiket pesawat
yang amat murah itu mengakibatkan masyarakat shock hamper tak percaya, buat apa
bersusah payah membeli tiket kapal laut pelmi dan kereta api yang selalu diliputi ketidakpastian dan
calo.
Terlebih harga tiket pelmi klas
I dan II lebih mahal dari pada tiket pesawat, yaitu Rp 807.500 dan Rp 659.500.
Sedangkan harga kelas ekonomi, Rp 294.000 per orang, terngata tidak terlalu
signifikasi di banding tiket pesawat di rute itu.
Bahkan tarip kelas ekonomi pelmi
itu, berdasarkan perhitungan non ekonominga, bisa menjadi lebih mahal di
banding harga tiket pesawat kelas ekonomi.
Perhitungan begini. Anggaplah
berpergian dengan kapal laut selama dua hari (Jakarta-medan) perlu enam kali
makan setara dengan pengeluarantambahan Rp 50.000. Dengan demikian, harga tiket
Rp 294 .000 denganmakan sekitar Rp 350.000atau hanya terpaut Rp 150.000 per
orang di banding naik pesawat.
Belum lagi di hitung baya lelah,
dan biaya tak terduga selama pelayaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar